Menunggu Panggilan Allah

Berbicara tentang kematian, apa yang pertama kali muncul dalam benakmu?
Takut,
Belum siap,
Masih muda,
Masih sehat,
Masih banyak dosa?

Seseorang bisa tiba-tiba menangis sejadi-jadinya diatas sajadah dengan mengadahkan kedua tangan ketika ia mengingat kematian lo..
Seorang sahabat Anshar duduk termenung sambil menangis setelah shalat Tahajjud. Dia berkata, “Sungguh saya takut kepada api neraka Jahanam yang telah disediakan Allah.” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Engkau telah membuat para malaikat menangis.”
MasyaAllah..
Tidakkah terpanggil hatimu untuk segera bertaubat?
Sugguh kematian itu dekat, kawan.

Suatu hari, kerinduanku kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengantarkanku membaca Surah Muhammad.
Sungguh terdapat ayat-ayat indah yang menggambarkan kenikmatan surga.

"(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?" (Q.S Muhammad:15)

Dapatkah kau bayangkan betapa nikmatnya berada di Surga? :')
Jika gambaran surga terdapat di dunia, pastilah orang berbondong-bondong pergi kesana, apalagi jika hari libur tiba pasti ramai pengunjung!
Tapi sayang, Surga jauh jauh lebih indah dari apa yang kau bayangkan.
Dan tidak ada di dunia.

Tetapi surga itu nyata bagi orang-orang yang beriman,
Dan tidak ada keraguan tentangnya.

Dengan begitu, semoga kita bisa menghadirkan surga sebagai penyemangat untuk berubah menjadi lebih baik ya :)
Meskipun dengan merangkak, terusin aja.. bismillah, istiqomah.
yang penting tidak berhenti, apalagi putar balik. Jangan ya.. hehe

Bicara tentang kematian, baru saja aku menghadiri prosesi pemakaman.
Khitmad,
Haru,
Keranda,
Kain hijau bertuliskan Laa ilaaha illallah..

Ketika berita duka dikumandangkan di masjid, aku termenung..
Gimana ya kalau namaku yang disebut?
Mungkin aku akan berlari ke rumah, memberitahu kabar itu kepada keluarga.
Tapi mereka malah tak percaya, sebagian justru menangis
MasyaAllah.. teman-temanku yang lama tidak berjumpa tiba-tiba saja datang kerumah,
Mereka terlihat akrab dengan keluargaku, memeluk mama dan papaku sampai membuat mereka terharu dan menangis.
Aku hanya tersenyum melihatnya.
Tapi mereka tak melihatku..
Dan akupun sadar jika dunia kita sudah berbeda..

Mungkin begitu jika dibayangkan. Astaghfirullah ngeriii

Tak ada lagi keluarga, teman, sahabat yang menemani hari-harimu,
Tak ada pelukan dan sambutan hangat dari keluarga
Tak dapat lagi bercanda,
Yang paling memilukan, tak dapat lagi sholat berjamaah bersama mereka

Astaghfirullah..
Pernahkah kau bayangkan jika dirimu tak lagi ada dunia?

Jangan tunggu nanti untuk berubah, kawan..
Semoga Allah segera membukakan hati kita yang tertutup oleh banyaknya dosa,
Melunakkan hati yang keras,
Membuka telinga kita agar mau menerima nasihat,
dan Mengumpulkan kita dengan orang-orang shaleh :)

Semoga kita semua diwafatkan dalam keadaan Khusnul Khotimah, ya...
Aamiin YaRabbal Alamin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

promise ring

best buy of the year

the deep sea