Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

ketika rasa takut datang dari hal yg paling dekat dengan kita.

Kemarin tidurku sudah jauh lebih tenang walau sering sendirian, yasudah lah, pikirku. Menjalani hari dg hati yang kubahagiakan, berusaha saja aku tutup mataku seolah ia dan aku punya kehidupannya sendiri-sendiri. Tapi lalu tiba tiba saja, siang itu dia mendekat, dipeluknya aku, digunakanlah senjata yg pasti mampu meluluhkanku. Datanglah perhatian-perhatian rutin dan waktu yg sering ia luangkan. Berusaha ia ciptakan magnet diantara kita berdua. Kurasa usahanya cukup berhasil. Lalu suatu malam ia pergi, pulang dengan hal yg membuat luka lama ku menganga perih. Pergi lah aku. Tapi dicium tanganku. Ntah seperti dosa rasanya punya rasa dengan suamiku sendiri. Justru rasanya salah punya perasaan sayang yg besar pada suami. Hehe. Hehe. Mungkin aku hanya perlu mengangap dia ada saja ya.. Tidak perlu jatuh pada rasa yang berubah rubah bentuknya. Begitukah? Ada nilai yg perlu dibayar untuk kesehatan mental keluarga kami. Terutama si kecil. Yg tidak perlu melihat kedua orangtua nya bertengkar did...