Mengapa kutulis
seringkali aku ingin menulis tapi tak tahu topik masalah apa yang harus dibicarakan karna memang tak pandai mengomentari politik seperti remaja masa kini yang aku tahu, ada 2 macam orang yang menulis: menulis untuk jadi viral, dan menulis karna viral. dua-dua nya sama-sama menguras tenaga dan pikiran. beberapa tahun ini, ternyata banyak yang memilih untuk jadi nomer 1, menulis untuk jadi viral. karna untuk jadi viral perlu racikan bumbu penyedap, sang penulis kerap kali asal comot bumbu. ditambah, diracik, kurang sedap, ditambah lagi, dan seterusnya. hanya lidah yang asli yang mampu membedakan mana yang tanpa penyedap, bukan? tulisan tulisan yang bersifat provokator. membenarkan yang salah, menyalahkan yang benar kini muncul dipikiranku bahwa kadang sesuatu tidak penting apakah itu benar atau salah. yang penting adalah pemahaman. sebuah keyakinan yang bersifat mutlak. tak butuh pembelaan atas itu. asal tak merugikan orang lain, batinnya. disaat yang la...