Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Perempuan yg sedang dalam pilu(kan)

Tak ada yg lebih hampa dari sebuah ruang kosong tanpa udara. Longgar tapi sesak, bernafaspun aku tak rela, bergerakpun aku takut. Ramai tapi sepi. Berjalan tapi tak pindah. Tahu tapi tak bisa. Semua itu menandakan bahwa segala sesuatu yg terjadi mungkin jika tak sesuai selera. Seperti kehilanganmu Ditusuk tapi tak nampak, ingin ku cabut tapi aku tak tau dimana pusat rasa sakitnya karna yg kurasakan semua tubuhku perih. Siksa ini perlahan kunikmati seraya menunggu pemuda tampan mengkaitkan perban menutup permukaan rasa sakit. Bekas luka yg kau berikan takkan hilang setidaknya kupastikan luka nya telah kering dan tak kau kelupas sendiri (lagi) Tak ada yg kuat berdiri diatas tombak. Yg sanggup menahan sakitnya saja sudah hebat apalagi yg masih mampu tersenyum melihatmu bermain dibawah sana. Kutau disana kau sedang bermuara, semoga kau berhenti dirumah yg tepat. Siapapun dia, semoga seseorang yg bisa menerima sisi burukmu, tau kelemahanmu, dan bukan aku.

Se-karang

Sekeras apapun karang, sanggup ku retakkan Entah berapa banyak karang dilaut, kurasa tak pernah habis ku hancurkan. Seperti ombak, justru kau yg membawa karang-karang itu menepi. Senang melihatku lelah berjuang melawan karang sendiri. Jika kau meragukan kesabaranku, aku semakin kuat. Jika kau meragukan kebaikanku, aku semakin liar, tapi jika kau meragukan kesetiaanku, tak ingatkah kau siapa yg menemanimu dalam malam saat semua telah kembali pulang? Disaat semua hanya datang untuk singgah bermain? Sesal hanya punya 2 pilihan. Perbaiki atau sesali seumur hidup. Apapun itu, prioritaskan seseorang yg menyayangimu karna ketulusan manusia tak sekekal ketulusan tuhan💞☺