Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Pecinta atau pemabuk

Cinta itu seperti meneguk secangkir arak Bodoh jika ia minum terlalu banyak Sudah tahu pahit masih saja diteruskan Tujuannya memang supaya mabuk Tak sadar telah diperdaya Yang ia tahu hanya indah Coba saja jika efeknya tak lagi ada Dan kesadarannya kembali semula Tak ada yang membuatnya bertahan Yang ia tahu, selama ini ia telah jadi pemabuk berat. Memuja keindahan insan Yang berusaha mengendalikan Tapi cinta yang tepat tak membiarkanmu jadi pemabuk Ia memastikan jika kau mencintainya dengan sadar Karena ia tahu, yang kau cintai tak hanya insan, tapi juga tuhan.

Yours

Petik satu saja cukup, diantara milyaran bintang diatas sana. Dan membebaskan ia bersinar lebih terang adalah cara mencintai yang paling bijaksana. Karena ia tau, untuk siapa ia bersinar hingga cahayanya terus memudar. Karena sekedar pemilik, bukan pencipta

CHOICES

Gambar
Pernah nggak sih, kamu dihadapkan oleh beberapa pilihan yang membingungkan Ketika kamu tak tahu harus berhenti atau meneruskan perjalanan dengan memilih jalan mana yang akan kau tempuh Aku memang akan berjalan tapi tak tahu kearah mana Aku sadar, tak ada yang sempurna kecuali sang pencipta Tapi ketika seseorang telah menetapkan standart yang merupakan harga mati, aku tau itu tak bisa dirubah apapun keadaannya. Tapi cinta, bisa meretakkan kayu jati sekalipun. Kini aku yang ragu, apakah cintaku mempunyai kekuatan sekuat itu? Dicintai atau mencintai? Masih menjadi misteri. Aku pernah begitu mencintai lalu kini aku aku ditinggalkan tanpa sisa Egois sekali jika seseorang hanya ingin merasa dicintai. Tapi itulah aku kini. Tak ingin dikecewakan selalu membekas dalam pikirku tanpa celah, tak bisa diretakkan. Dengan cinta sekalipun. Banyak pilihan yang harus segera diselesaikan agar tak ada yang terluka. Meskipun kutau akhirnya aku yang nantinya terluka. Kebahag...

Andai

Andai saja kau tak bawakan seribu balon udara ditengah badai, aku tak akan jatuh tersambar pula. Andai saja kau tak menyembunyikan resah dibalik senyuman, aku tak akan tertawa di atas penderitaan. Berikan saja aku ciuman ditengah hujan agar tubuhku tetap hangat ditengah dingin nya tatapan mereka. Berikan saja aku pelukan tanpa kain agar aliran listrik perlahan menyengatku hingga mati rasa.

Perempuan yg sedang dalam pilu(kan)

Tak ada yg lebih hampa dari sebuah ruang kosong tanpa udara. Longgar tapi sesak, bernafaspun aku tak rela, bergerakpun aku takut. Ramai tapi sepi. Berjalan tapi tak pindah. Tahu tapi tak bisa. Semua itu menandakan bahwa segala sesuatu yg terjadi mungkin jika tak sesuai selera. Seperti kehilanganmu Ditusuk tapi tak nampak, ingin ku cabut tapi aku tak tau dimana pusat rasa sakitnya karna yg kurasakan semua tubuhku perih. Siksa ini perlahan kunikmati seraya menunggu pemuda tampan mengkaitkan perban menutup permukaan rasa sakit. Bekas luka yg kau berikan takkan hilang setidaknya kupastikan luka nya telah kering dan tak kau kelupas sendiri (lagi) Tak ada yg kuat berdiri diatas tombak. Yg sanggup menahan sakitnya saja sudah hebat apalagi yg masih mampu tersenyum melihatmu bermain dibawah sana. Kutau disana kau sedang bermuara, semoga kau berhenti dirumah yg tepat. Siapapun dia, semoga seseorang yg bisa menerima sisi burukmu, tau kelemahanmu, dan bukan aku.

Se-karang

Sekeras apapun karang, sanggup ku retakkan Entah berapa banyak karang dilaut, kurasa tak pernah habis ku hancurkan. Seperti ombak, justru kau yg membawa karang-karang itu menepi. Senang melihatku lelah berjuang melawan karang sendiri. Jika kau meragukan kesabaranku, aku semakin kuat. Jika kau meragukan kebaikanku, aku semakin liar, tapi jika kau meragukan kesetiaanku, tak ingatkah kau siapa yg menemanimu dalam malam saat semua telah kembali pulang? Disaat semua hanya datang untuk singgah bermain? Sesal hanya punya 2 pilihan. Perbaiki atau sesali seumur hidup. Apapun itu, prioritaskan seseorang yg menyayangimu karna ketulusan manusia tak sekekal ketulusan tuhan💞☺

Cermin

Pikirku tak sampai                                    Pada daun yg tak marah pada angin yg meniupnya jatuh Pada serpihan kaca yg melukai tangan-tangan tak bersalah Pada rintik hujan yg rela jatuh demi membasahi tanah Pada ikan yg berenang hanya mengikuti arus air Dan pada kamu yg tak pernah tau apa  maksud dan tujuanku disini, untukmu.