setiap individu punya pandangan sendiri dalam menyikapi sesuatu
punya solusi sendiri dalam menyelesaikan masalah,
dan punya cara sendiri dalam bertutur kata.
karena luasnya cara pandang, ada aturan yang berperan sebagai batasan.
bukan membatasi, tapi sebuah batasan agar apa yang kita lakukan berada pada koridor yang benar,
agar tidak saling mencelakai antar individu,
dan menumbuhkan toleransi.
jaman sekarang, taboo rasanya jika ada seseorang yang belum tumbuh rasa saling toleransi nya,
jaman sekarang, taboo rasanya jika ada seseorang yang belum tumbuh rasa saling toleransi nya,
kaku dalam menyikapi sebuah perubahan.
Apakah masih ada saudaramu yang demikian? wajar.
para orang tua yang hidup pada jaman dulu, mempunyai batasan yang lebih ketat dari jaman sekarang.
"he...anak perawan ga ilok lungguh ngarep e pintu, engko angel jodoh e"
"nyapu seng resik cek bojone ga brewoken"
dan... kepercayaan-kepercayaan lain yang mereka terapkan di kehidupan.
budaya-budaya itu sebenarnya mempunyai nilai yang baik lo, jangan salah.
tapi kalau diterapkan di jaman sekarang, kesannya lebay atau kaku, ya kan?
tapi itulah ajaran-ajaran peninggalan orang tua atau saudara-saudara kita terdahulu.
kita, juga akan menjadi "orang jaman dulu" di masa depan kan, haha
lalu ajaran apa yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita?
pantas kah kita bertindak semena-mena seolah-olah tak ada batasan,
karena kau meyakini batasan merupakan hal yang ga asik?
anak cucu kita perlu bekal ajaran yang baik sebagai tolak ukur batasan di masa depannya.
Komentar
Posting Komentar