Senyummu Senyumku Juga, tapi Tidak Sebaliknya

mengapa sedih lebih nyaman mengurung diri di dalam tubuh?
suatu waktu, lelahku diadu.
kepalaku nyeri,
mataku sayu kala itu.
ku teguk segelas air dan obat penghilang rasa pilu,
tak manjur.
Maka ku pergi tidur semalam penuh.
airmata meninggalkan salam pada diri,
katanya, panggil aku jika kau tak bisa menyelesaikannya sendiri,
ku kan turun sederas hujan tuk basuh letihmu.
sejak saat itu, airmata lah penengah ketika aku diadu.
jiwa yang sedih dibalut dengan senyuman manis,
itu tak mudah.
tapi selalu kucoba dan belum pernah gagal.
sukses ku menipu ribuan orang diluar sana
bahagia melihat mereka tertawa seakan letihnya melayang.
tak harus yang lain tahu beban apa yang kupikul.
jika kau tanyakan dari mana asal senyumku ini,
Tuhan yang titipkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

promise ring

best buy of the year

the deep sea